Victor Silaen
Judul Buku: Behind Indonesia’s Headlines
Subjudul: Mengungkap Cerita di Balik Berita (50 Kasus Asli Indonesia)
Penulis: Christovita Wiloto
Penerbit: Power PR Global Publishing, Jakarta
Cetakan: 2008
Tebal Buku: 265 halaman
Buku ini merupakan kumpulan opini yang ditulis oleh Christovita Wiloto, seorang yang telah cukup lama menggiati profesi sebagai praktisi komunikasi, khususnya di bidang public relations. Opini tersebut berjumlah 50 dan semuanya pernah dimuat di media massa cetak. Sayangnya, tidak ada keterangan sama sekali, di media mana saja opini tersebut pernah dimuat.
Sebelum membacanya, kita diingatkan untuk memperhatikan tanggal pemuatan setiap opini tersebut. Maksudnya, agar konteks situasi ketika opini tersebut ditulis atau dimuat, juga dipertimbangkan. Jadi, jangan sampai kita dibuat bingung sendiri dengan isi tulisan yang kita baca pada saat sekarang, padahal substansinya erat dengan situasi di masa lampau.
Misalnya saja, ketika kita membaca opini yang berjudul, “66 Partai” di bagian akhir, niscaya kita akan bertanya-tanya keheranan: saat kapankah di Indonesia jumlah partainya mencapai 66? Padahal, setelah kita baca, menjadi jelaslah bahwa saat menulis opini tersebut, penulis hanya mencoba menghitung-hitung kemungkinan jumlah partai yang akan lolos sebagai kontestan Pemilu 2009. Penulis mengasumsikan ada 100 partai baru yang sedang menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Kalau setengahnya saja lolos, berarti ada 50 yang akan menjadi kontestan. Ditambah lagi dengan 16 partai lama yang dinyatakan otomatis menjadi peserta pemilu, maka alhasil semuanya berjumlah 66. Padahal, faktanya sekarang, jumlah partai peserta Pemilu 2009 tidak sebanyak itu, bukan?
Adapun opini-opini itu, tidaklah disusun secara tematis sebagaimana lazimnya sebuah kumpulan tulisan. Sebab, isu yang diangkat memang sangat beragam dan mencakup banyak bidang, dari ekonomi, sosial, politik, olahraga, bencana alam, dan lainnya. Karena itulah, maka kumpulan opini tersebut disusun menurut tanggal pemuatannya. Sehingga jelas, yang terdepan dan “yang tertua” adalah opini yang dimuat pada 24 Agustus 2003 (berjudul “Pandangan Nasional vs Internasional”), sedangkan yang terakhir dan “yang termuda” adalah opini yang dimuat pada 23 Maret 2008 (berjudul “66 Partai”).
Bagian pembuka, menyita halaman cukup panjang, karena berisi ucapan terima kasih penulis kepada istri dan kedua anaknya, ditambah dengan biografi penulis, kata pengantar, dan komentar dari 70 tokoh Indonesia. Halaman-halaman komentar inilah yang terpanjang di bagian pembuka. Tidak jelas alasannya, mengapa penulis harus meminta endorsement begitu banyak dari mereka yang dianggap sebagai tokoh Indonesia itu.
Kriteria “tokoh” itu pun tidak jelas, karena profesi atau latar belakang mereka terlalu beragam: ada bankir, konsultan, akademisi, politikus, wartawan, entertainer, purnawirawan militer, dan lainnya. Jangan-jangan, hanya karena nama mereka cukup terkenal di masyarakat dan dikenal oleh penulis.
Bagian akhir, menyajikan indeks, yang berisi daftar nama dan istilah, berikut petunjuk halamannya. Tentu memudahkan pembaca yang sedang mencari sesuatu yang ingin dibacanya saat itu. Meski bukan sebentuk buku ilmiah, namun rupa-rupanya ingin memenuhi salah satu standar buku bermutu.
Isi, sebagaimana dikomentari oleh 70 tokoh Indonesia yang ikut memberi catatan di bagian pembuka, memang mudah dicerna dan karena itu enak dibaca. Sebab, bahasa yang digunakannya sederhana, tak terkesan “sok ilmiah” apalagi menggurui, meski beberapa isu yang dielaborasi dalam opini-opininya tergolong berat dan serius.
Meski menurut Christov, demikian si penulis akrab disapa, buku ini ditujukan kepada generasi muda bangsa yang akan melanjutkan perjuangan menjadikan Indonesia bangsa yang adil dan makmur, bangsa yang besar dan bermartabat di dunia, namun sebenarnya generasi tua pun dapat pula menikmati isi buku ini.
Sebab, pelbagai isu yang dibahas di dalamnya terbilang penting dan patut menjadi perhatian kita, tentang Indonesia dan pernah disoroti oleh media-media di Indonesia. Memang, isu-isu tersebut tidak menempati posisi headline pada media-media Indonesia, namun karena itulah Christov ingin bercerita melalui opininya, bahwa di balik itu, sesungguhnya ada cerita-cerita menarik yang sebenarnya juga layak dijadikan berita utama demi membangkitkan gelora optimisme menatap Indonesia.
Monday, 24 November 2008
Demi Optimisme Menatap Indonesia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment