Suara Muhammadiyah, 16 Oktober 2008
Judul buku : Saatnya Muslim Bicara!
Pengarang : John L. Esposito dan Dalia Mogahed
Penerbit : Mizan, Bandung.
Cetakan : I Agustus 2008
Tebal buku : 252 halaman
Pertikaian antara Amerika Serikat dengan sebagian dunia Muslim sudah bukan lagi hal baru bagi dunia. Peristiwa 11 September yang mengerikan bagi sebagian besar warga Amerika telah menambah deretan panjang saling sengketa antara kedua belah pihak. Saling menuduh dan saling menyalahkan akibatnya. Amerika mengusung isu terorisme untuk menyudutkan kaum Muslim, sedang di kubu Muslim sendiri, kata jihad dipilih sebagai dalil pembenar aksi yang menghilangkan nyawa ribuan orang tersebut.
Saat dunia dihadapkan pada permasalahan tersebut, banyak pakar terorisme yang mempersalahkan agama Islam, dan menuduh Islamlah yang harus bertanggung jawab atas semua aksi tersebut. Bersamaan dengan itu, kelompok Muslim menyebarkan pesan ke seluruh dunia bahwa Barat adalah setan yang menyebabkan semua keperihan di dunia Muslim. Kesalahpahaman ini semakin meruncing dengan pernyataan Presiden Amerika George W. Bush yang telah mengibarkan bendera perang melawan terorisme, bukan Islam, yang disimpangkan oleh sebagian oknum media dan komentator yang anti-Muslim maupun anti-Barat.
Berdasrkan data lebih dari 1,3 miliar responden Muslim di seluruh dunia, Gallup World Poll menyusun sebuah fakta yang mengejutkan bagi dunia. Buku Saatnya Muslim Bicara! Yang ditulis berdasarkan riset tersebut menyuguhkan semua data tersebut. Riset yang dilakukan dalam rentang waktu 6 tahun di 35 negara mayoritas Muslim ini memberikan gambaran tentang apa sebenarnya yang dirasakan dan diinginkan oleh kaum Muslim sendiri di tengah pertikaian dengan dunia Barat yang berkepanjangan.
Pada awal buku ini disajikan data tentang siapakah kaum Muslim? Untuk menjawab pertanyaan ini diambilkan data dari warga Amerika untuk mengetahui sejauh mana mereka mengenal Islam. Masalah selanjutnya, yaitu adalah apakah untuk semua umat Muslim di dunia bisa dibuat satu aturan yang cocok? Untuk itu, sebelumnya dijelaskan tentang apakah Islam itu, rukun Islam dan aspek-aspek penting dalam Islam. Konsep tentang jihad dimasukkan dalam bagian ini, serta dalam menghadapi permasalahan globlal tersebut apa harapan umat Islam dalam bidang agama dan politiknya.
Demokrasi di dunia Muslim, memang tidak semulus dengan demokrasi yang berjalan di dunia Barat. Ternyata masalah demokrasi ini juga menjadi sebab perbedaan pandangan antara Muslim dan Barat. Negara-negara Barat menganggap demokrasi di dunia Muslim masih bersifat tradisional yang tidak mementingkan adanya kebebasan. Pendapat ini disetujui oleh sebagian kaum Muslim. Akan tetapi, dari data yang diperoleh Gallup, mayoritas kaum Muslim memiliki pandangan tersendiri tentang konsep demokrasi dalam Islam. Semua dugaan yang selama ini hidup dalam alam pikiran Barat kalau komunitas Muslim tidak pernah memiliki tradisi demokrasi dan bahkan cenderung suka memusuhi demokrasi itu tidak sepenuhnya benar.
Selain itu, permasalahan jihad juga kembali diangkat secara lebih luas. Berbagai macam pandangan kaum Muslim di berbagai Negara semuanya diungkap untuk membongkar dan megelaborasi konsep jihad mereka. Teryata, konsep jihad ini lagi-lagi juga tidak seragam bahkan cenderung sangat beragam. Paling tidak ada perbedaan yang sangat serius mengenai persepsi jihad ini di antara kalangan radikal dan kalangan moderat.
Isu mengenai perempuan adalah masalah kedua dunia Muslim yang paling dikecam oleh Barat setelah terorisme. Orang-orang Barat beranggapan bahwa kaum perempuan Muslim terkekang oleh hukum dan tradisi dalam Islam itu sendiri sedangkan mereka sendiri sangat mengiginkan kebebasan itu. Isu-isu feminisme disebarkan oleh Barat untuk ‘membebaskan’ kaum perempuan Muslim tersebut. Lagi-lagi Gallup menemukan fakta-fakta tentang apa sebenarnya yang diinginkan mayoritas wanita Muslim tentang konsep kebebasan mereka dan apa yang sebenarnya diinginkannya.
Solusi dari semua perselisihan antara Barat dan Muslim ini dikemukakan pada bagian terakhir. Gallup mencoba menyajikan data tentang jawaban dari keinginan warga negara Barat dan Muslim, apakah mereka ingin tetap bertikai atau memutuskan hidup berdampingan secara damai.
Poin penting yang ingin disampaikan buku ini adalah telah banyak terjadi salah tafsir dari dunia Barat dalam memandang kaum Muslim itu secara benar. Demikian juga, tentang cara hidup serta sistem politik yang dianut di dunia Islam. Penelitian Gallup terhadap 1,3 miliar Muslim di seluruh penjuru dunia ini mengungkap semua kesalah anggapan dunia terhadap dunia Muslim. Ternyata, selama ini suara yang sampai di telinga barat adalah suara sebagian kecil kaum Muslim yang hanya bersuara keras, namun jumlahnya sangat sedikit dan sangat tidak tepat apabila dianggap sebagai wakil dunia Muslim.
Fathi Hidayah, Alumni Sastra Asia Barat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Tuesday, 18 November 2008
Suara muslim untuk dunia barat
Labels:
Dunia Islam
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment